Sejatinya masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan. Terbukti dari cara
kita bermain dan belajar pada masa itu. Namun, berbeda dengan masa anak-anak zaman
sekarang. Mereka sudah enggan berman keluar bersama teman-teman dan menjadi remaja
sebelum waktunya. Beberapa faktor mempengaruhi kebiasaan mereka di zaman ini. Salah
satunya adalah kemajuan teknologi. Lembaga riset Childwise mengungkapkan bahwa anak
masa kini rata-rata menghabiskan waktu 6,5 jam perhari untuk bermain gadget. Jelas ini
dapat berakibat buruk untuk pertumbuhan anak.
Menurut penelitian The American Academy Of Pediatrics & The Canadian Society Of
Pediatrics menyimpulkan bahwa anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak bermain
smartphone dan tablet. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan otak terlalu cepat,
menghambat perkembangan, risiko obesitas, susah tidur, gangguan mental, perilaku agresif,
pelupa, dan terkena radiasi. Banyak yang beranggapan bahwa penggunaan gadget bagi anak-
anak dapat merangsang kecerdasan anak lewat berbagai aplikasi yang mengedukasi. Namun
pernyataan itu salah, karena edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dalam
ingatan anak-anak. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan
berkelanjutan bagi mereka, sehingga perlu dibatasi. 
Sebagian besar orang tua mengeluhkan anak-anaknya yang kecanduan
bermain gadget. Di zaman sekarang gadget sudah menjadi prioritas yang tidak bisa
tergantikan. Anak-anak lebih memilih memainkan ponsel pintar ketimbang bermain langsung
bersama teman-temannya. Keberadaan gadget saat ini terbilang vital. Gadget dapat dibilang
mampu menjadi bahan sogokan kepada anak-anak untuk mengikuti kemauan orang tuanya.
Contoh seperti bilamana anak sedang menangis, pasti orang tua langsung
memberikan gadget agar si anaknya berhenti menangis. Lalu pada saat anak susah diberi
makan, gadget juga mampu menyihir si anak agar dapat melahap makanan sembari
memainkan gadget. Dan bahkan ketika anak-anak sungkan untuk belajar, lagi-lagi gadget lah
yang mampu mengiming-imingi si anak untuk mau belajar. Ya, Gadget! Peran orang tua
untuk dapat mendidik, membujuk, menasehati seakan-akan tergantikan dan luntur oleh
keberadaan gadget. 
Banyak yang mengatakan bahwa anak di era digital sangatlah berbeda dengan anak
zaman orang tua dulunya. Dan rasanya tidak adil bilamana orang tua langsung menghakimi
anaknya yang sudah menjadi candu akan gadget tanpa melihat seperti apa perilaku orang itu

sendiri terhadap anak-anak mereka. Jika anak sering melihat orang tuanya yang
memegang gadget, maka tak aneh bila anak meniru kebiasaan orang tuanya. Kini banyak
orang tua yang sama-sama sibuk dengan si ponsel pintar. Bahkan ketika orang tua mengucap
kata cinta atau menahasetai anaknya mereka sembari memegang ponsel. Dan ketika orang tua
sedang bermain bersama anaknya, mereka para orang tua juga biasanya tak luput dari
genggaman gadget. Maka dari itu seharusnya para orang tua dapat menempatkan diri dalam
menggunakan peralatan kerja mereka seperti gadget, dan dapat mengontrol
keperluan gadget untuk anak-anak mereka. Buatlah anak tumbuh dengan cinta, tanpa selalu
disogok gadget.            
Hilangnya masa kecil anak-anak jaman sekarang kerap kali dibandingkan dengan
anak-anak di era 90an. Banyak yang beranggapan bahwa anak di era 90an adalah anak-anak
yang beredukatif tinggi. Terbilang dari cara mereka bermain yang kebanyak diluar rumah dan
menjunjung rasa persahabatan. Tidak seperti zaman sekarang yang seoalah-olah mendidik
anak-anak menjadi individualis dengan gadgetnya. Tapi, bilamana smartphone, tablet, dan
ponsel pintar lain nya sudah menjalar di era 90an, yakin anak-anak di era tersebut juga
mengalami hal yang sama dengan anak-anak zaman sekarang. Bagaimana bisa anak-anak
bermain diluar rumah bersama teman-temannya seperti pada era 90an kalau tempat bermain
mereka kini sudah tergantikan menjadi tumpukan beton? Bagaimana bisa anak-anak zaman
sekarang mengkonsumsi musik yang cocok untuk usia nya bilamana kini  industri musik
sudah enggan memproduksi musik anak-anak karena alasan tidak laku di pasaran?
Bagaimana bisa anak-anak zaman sekarang menonton film yang seharusnya ditonton oleh
seusianya jikalau para produser film lebih memilih rating tinggi dengan memproduksi film-
film dewasa?            
 Jelas bahwa ruang untuk generasi zaman sekarang sangatlah minor.
Keberadaan gadget hingga anak-anak menjadi candu terhadapnya bukanlah mutlak kesalahan
dari anak-anak. Kemajuan teknologi yang semakin pesat bukanlah faktor yang membuat
anak-anak kehilangan masa kecilnya. Namun, lingkungan lah yang seharusnya di
permasalahkan. Berilah ruang untuk bermain kepada anak-anak zaman sekarang. Tidak perlu
besar, tidak perlu berupa Mall. Cukup tanah lapang, seperti ruang bermain yang dimiliki oleh
para anak di era 90an.  Berilah hiburan yang mendidik untuk anak-anak, berikan film dan
musik yang sesuai untuk usia anak-anak. Sedikit saja, berikan sedikit saja ruang dan waktu
untuk anak-anak zaman sekarang agar dapat merasakan masa anak-anak seperti dahulu.
Jangan biarkan anak-anak zaman sekarang semakin terikat oleh keberadaan gadget. Dan

peran orang tua sangatlah berpengaruh besar bagi anak-anak. Berilah cinta dan contoh yang
benar dalam membesarkan mereka.

(salam, Fahriza Nugraha)

Book online now &
SAVE
10%
On Your Ride

DOWNLOAD OUR APP
avada-taxi-phone-app

About the Author

Buy Avada Now

Subscribe Today

Subscribe to our monthly newsletter to receive all of the latest news and articles directly to your inbox.

Discussion

Leave A Comment

Testimonials

“Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.”

avada-taxi-testimonial-1

Mike Smith – Brooklyn, NY

Related Posts

If you enjoyed reading this, then please explore our other articles below:

Back to News

Don’t want to use the app?

No problem, book online or give us a call!

BOOK ONLINE
CALL TO BOOK
BOOK ONLINE
CALL TO BOOK